Hubungan obesitas sentral sebagai faktor risiko penyakit jantung koroner scribd

Kejadian obesitas pada anak merupakan tanda dari tingginya status sosial, kesuburan dan kesejahteraan. Sikap seseorang sangat mempengaruhi tindakan yang akan dilakukan, meskipun demikian sikap yang sudah positif terhadap nilai-nilai kesehatan tidak selalu terwujud dalam suatu tindakan yang nyata.

The Hisayama Study.

Jurnal Doc : hubungan tekanan darah dan kinerja jantung

Sharma AM. Mengetahui obesitas sebagai masalah kesehatan. Secara patofisiologi, obesitas merupakan proses penimbungan triasigliserol berlebih pada jaringan adipose karena imbalance ketidakseimbangan antara asupan energy dan penggunaannya, Bays et al, ;dalam Oetomo ;3.

jurnal pengertian penyakit jantung koroner

Am J Cardiol ; Pasien dengan obesitas khususnya yang disertai dianjurkan dengan untuk diabetes segera melitus, melakukan hipertensi dan dislipidemia sebaiknya upaya pencegahan dengan menurunkan berat badan dan olahraga teratur untuk mengurangi koroner.

Dari link tersebut, Anda bisa menemukan jurnal yang bisa dijadikan panduan untuk melakukan penelitian tentang penyakit jantung. Pengertian Obesitas Obesitas merupakan masalah kesehatan yang utama. Kegemukan pada masa bayi perlu dihindari karena jumlah bayi yang menderita kegemukan pada umur enam bulan pertama ternyata lebih dari sepertiganya menjadi gemuk pada saat dewasa.

Obesitas sering disertai resistensi insulin sedang toleransi glukosa terganggu timbul didasarkan sindroma oleh karena metabolik resistensi insulin. Hubungan antara lemak dan BMI dipengaruhi oleh usia dan jenis kelamin.

Penyakit jantung koroner terjadi karena adanya penyumbatan sebagian atau total pembuluh arteri koroner yang diawali dengan penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah arteri. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh anak perempuan lebih sering membatasi makan untuk alasan penampilan.

Kecamatan Padang Selatan memiliki luas daerah 10,03 km2 yang terbagi ke dalam 12 kelurahan. Second report. Redefining obesity and its treatmentassesment diagnosis. RLPP mempunyai nilai batasan yang ditentukan oleh penelitian epidemiologi dengan populasi luas.

Insiden di negara maju juta dan juta di negara berkembang, termasuk Indonesia. Adipose tissue: Data terdiri dari karakteristik,IMT dan lingkaran perut. Pada BMI yang sama, orang yang lebih tua memiliki lebih banyak lemak tubuh dibandingkan orang yang lebih muda.

Br Med J ; BMI yang tinggi merupakan suatu ramalan kematian karena penyakit jantung dan pembuluh darah. Penelitian Haines, et al. Secara langsung obesitas dapat menyebabkan peningkatan cardiac output karena makin besar massa tubuh makin banyak pula jumlah darah yang beredar sehingga curah jantung ikut mening-kat.

Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh informasi mengenai gambaran karakteristik responden sebagai berikut: Semakin besar indeks massa tubuh IMT semakin besar risiko menderita diabetes meltus tipe 2 yang disertai dengan meningkatnya koroner. Pekerjaan yang merupakan salah satu faktor yang secara tidak langsung dapat menyebabkan obesitas, terutama pekerjaan yang tidak terlalu memerlukan aktivitas fisik yang barat.

Prevalensi Kejadian Penyakit Jantung Koroner Hasil penelitian terhadap sampel menunjukan bahwa prevalensi penyakit jantung koroner semakin meningkat seiring dengan bertambahnya umur seseorang. Glucose tolerance and cardiovascular Risk. Faktor Risiko Obesitas Faktor risiko utama yang menyebabkan obesitas adalah faktor perilaku yaitu pola makan yang tidak sehat ditambah dengan konsumsi serat buah dan sayur tidak mecukupi, fisik yang tidak aktif, dan merokok.

Walupun tidak bermakna secara statistiktetapi rerata tekanan darah sistolik dan kadar GDP pada kelompok PJK lebih tinggi. Beberapa penelitian prospektif membuktikan ada hubungan erat antara obesitas dan meningkatnya prevalensi angka diabetes melitus tipe 2.

Obesitas terkait dengan sindroma metabolik dan keduanya meningkatkan risiko penyakit kardiovaskulrer, namun peranan obesitas sebagai faktor independent masih kontroversial.

Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa anak yang tidak memiliki kebiasaan merokok mempunyai risiko mengalami obesitas sebesar 2,07 kali lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang memiliki kebiasaan merokok. Karakteristik Responden Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat Etnik Minangkabau usia tahun di 8 kelurahan di kota Padang.

Kegemukan dan obesitas menurut WHO didefinisikan sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang menyajikan risiko bagi kesehatan. Remaja membutuhkan sejumlah kalori untuk memenuhi kebutuhan energi sehari-hari baik untuk keperluan aktivitas maupun pertumbuhan.KOMPLIKASI Faktor resiko meningkat pada obese sentral -TGT dan DM Karena resistensi insulin (BMI ≥ 35Kg/m2 60 kali >> BMI.

pengetahuan orang tua hubungan faktor risiko mayor penyakit jantung koroner dengan skor pembuluh darah koroner dari hasil angiografi koroner di rsup dr.

kariadi semarang penyakit periodontal sebagai penyebab penyakit jantung. hubungan obesitas dengan beberapa faktor risiko penyakit jantung koroner di laboratorium klinik prodia makassar tahun oleh hariadi * arsad rahim ali**. Nilai OR = 2,72 dan 95% CI (1,), artinya obesitas sentral merupakan faktor risiko terjadinya hipertensi, dimana responden yang mengalami obesitas sentral berisiko untuk hipertensi 2,72 kali jika dibandingkan dengan responden yang tidak obesitas sentral.

PEMBAHASAN Hubungan Obesitas dengan Kejadian Hipertensi Berdasarkan hasil penelitian didapatkan rata-rata Indeks Massa Tubuh. Risiko penyakit jantung dan penyakit metabolik lain yang dikenal dengan sindrom metabolic sangat berhubungan dengan obesitas sentral/android/ visceral/upper body obesity dibandingkan dengan.

Penyakit Jantung Koroner Jurnal Untuk mendapatkan pengetahuan akan penyakit koroner, tentunya anda bisa mendapatkannya dengan lebih mudah melalui jurnal kesehatan dari .

Hubungan obesitas sentral sebagai faktor risiko penyakit jantung koroner scribd
Rated 3/5 based on 15 review